You signed in with another tab or window. Reload to refresh your session.You signed out in another tab or window. Reload to refresh your session.You switched accounts on another tab or window. Reload to refresh your session.Dismiss alert
Copy file name to clipboardExpand all lines: docs/basic/advanced-traits.md
+1-1Lines changed: 1 addition & 1 deletion
Display the source diff
Display the rich diff
Original file line number
Diff line number
Diff line change
@@ -324,7 +324,7 @@ Tipe data aslinya tetap bisa diakses, tapi butuh tambahan effort. Lebih jelasnya
324
324
325
325
## A.37.7. *Associated types* pada trait
326
326
327
-
Associated types adalah tipe data yang didefinisikan di dalam suatu trait. Associated types tidak tidak memiliki tipe data konkret saat didefinisikan, namun ketika trait diimplementasikan maka tipe tersebut harus ditentukan tipe data konkretnya.
327
+
Associated types adalah tipe data yang didefinisikan di dalam suatu trait. Associated types tidak memiliki tipe data konkret saat didefinisikan, namun ketika trait diimplementasikan maka tipe tersebut harus ditentukan tipe data konkretnya.
Copy file name to clipboardExpand all lines: docs/basic/array.md
+1-1Lines changed: 1 addition & 1 deletion
Display the source diff
Display the rich diff
Original file line number
Diff line number
Diff line change
@@ -285,7 +285,7 @@ Setelah mendapatkan objek bertipe `Enumerate`, keyword `for in` digunakan untuk
285
285
286
286
## A.13.8. Append elemen ke array
287
287
288
-
Operasi menambahkan sebuah elemen ke array yang hasilnya melebihi kapasitas ... adalah tidak bisa. Karena array memiliki size fixed, tidak dinamis. Solusinya adalah menggunakan tipe data Vector. Nantinya array perlu dikonversi ke bentu Vector terlebih dahulu kemudian di-append, lebih jelasnya kita bahas pada chapter [Vector](/basic/vector).
288
+
Operasi menambahkan sebuah elemen ke array yang hasilnya melebihi kapasitas ... adalah tidak bisa. Karena array memiliki size fixed, tidak dinamis. Solusinya adalah menggunakan tipe data Vector. Nantinya array perlu dikonversi ke bentuk Vector terlebih dahulu kemudian di-append, lebih jelasnya kita bahas pada chapter [Vector](/basic/vector).
Copy file name to clipboardExpand all lines: docs/basic/attributes.md
+1-1Lines changed: 1 addition & 1 deletion
Display the source diff
Display the rich diff
Original file line number
Diff line number
Diff line change
@@ -526,7 +526,7 @@ fn main() {
526
526
527
527
Pada kode di atas bisa dilihat, module `util1` dan `util2` patuh mengikuti aturan deklarasi module system. Berbeda dengan `util3` yang sebenarnya dideklarasikan dengan nama `util3_mymodule` (karena filename-nya adalah `util3_mymodule.rs`). Nama module satu ini diubah menjadi `util3` lalu dengan memanfaatkan attribute `path` kita arahkan isi module `util3` adalah berada di `util3_mymodule.rs`.
Copy file name to clipboardExpand all lines: docs/basic/function.md
+1-1Lines changed: 1 addition & 1 deletion
Display the source diff
Display the rich diff
Original file line number
Diff line number
Diff line change
@@ -67,7 +67,7 @@ fn greet() {
67
67
68
68
## A.17.2. *Naming convention* fungsi
69
69
70
-
Sesuai anjuran di [halaman dokumentasi Rust](https://rust-lang.github.io/api-guidelines/naming.html), aturan penulisan nama fungsi di Rust adalah menggunakan **snake case**. Nama fungsi dituliskan dalam huruf kecil dengan separator tanda garis bawah atau underscore (`_`). Contohnya seperti: `main`, `greet_message`, `get_report_Status`, dll.
70
+
Sesuai anjuran di [halaman dokumentasi Rust](https://rust-lang.github.io/api-guidelines/naming.html), aturan penulisan nama fungsi di Rust adalah menggunakan **snake case**. Nama fungsi dituliskan dalam huruf kecil dengan separator tanda garis bawah atau underscore (`_`). Contohnya seperti: `main`, `greet_message`, `get_report_status`, dll.
Copy file name to clipboardExpand all lines: docs/basic/module-basic.md
+2-2Lines changed: 2 additions & 2 deletions
Display the source diff
Display the rich diff
Original file line number
Diff line number
Diff line change
@@ -316,7 +316,7 @@ Hingga pembahasan pada praktik submodule, kita telah belajar penerapan module de
316
316
- Penggunaan normal module dalam binary crate
317
317
- Pembuatan module dengan nama `my_io`, dengan isi/item ditulis pada file `my_io.rs`
318
318
- Pembuatan module dengan nama `my_number`, dengan isi/item ditulis pada file `my_number/mod.rs`
319
-
- Pembuatan submodule dengan nama `my_number/conversion_utility`, dengan isi/item ditulis pada file `my_number/conversion.rs` yang di-import menggunakan `path` attribute.
319
+
- Pembuatan submodule dengan nama `my_number/conversion_utility`, dengan isi/item ditulis pada file `my_number/conversion_utility.rs`.
320
320
- Penggunaan keyword `pub` pada fungsi agar bisa diakses dari luar module
321
321
- Penggunaan keyword `pub` pada submodule agar bisa diakses dari luar parent module
322
322
- Pengaksesan item milik module, yaitu: `my_io::read_entry`, `my_number::conversion_utility::string_to_number`, dan `my_number::is_odd_number`
@@ -398,7 +398,7 @@ Hingga pembahasan pada praktik module `path` attribute, kita telah belajar pener
398
398
- Penggunaan normal module dalam binary crate
399
399
- Pembuatan module dengan nama `my_io`, dengan isi/item ditulis pada file `my_io.rs`
400
400
- Pembuatan module dengan nama `my_number`, dengan isi/item ditulis pada file `my_number/mod.rs`
401
-
- Pembuatan submodule dengan nama `my_number/conversion_utility`, dengan isi/item ditulis pada file `my_number/conversion_utility/mod.rs`
401
+
- Pembuatan submodule dengan nama `my_number/conversion_utility`, dengan isi/item ditulis pada file `my_number/conversion.rs` yang di-import menggunakan `path` attribute.
402
402
- Penggunaan keyword `pub` pada fungsi agar bisa diakses dari luar module
403
403
- Penggunaan keyword `pub` pada submodule agar bisa diakses dari luar parent module
404
404
- Pengaksesan item milik module, yaitu: `my_io::read_entry`, `my_number::conversion_utility::string_to_number`, dan `my_number::is_odd_number`
Copy file name to clipboardExpand all lines: docs/basic/result-type.md
+1-1Lines changed: 1 addition & 1 deletion
Display the source diff
Display the rich diff
Original file line number
Diff line number
Diff line change
@@ -80,7 +80,7 @@ match result {
80
80
}
81
81
```
82
82
83
-

83
+

84
84
85
85
Bisa dilihat pada kode di atas mudahnya pengambilan nilai `m` dari `Err(m)` dan juga `r` dari `Ok(r)`. Penerapan `match` untuk seleksi kondisi biasa disebut dengan **pattern matching** dan teknik ini sangat fleksibel dan advance.
0 commit comments